Sertifikasi Profesi Operasi Pesawat Angkat Sektor Minyak dan Gas

 

Sertifikasi Profesi Sektor Minyak dan Gas berdasarkan

KEP.135 /MEN/III/2015

Dilaksanakan setiap bulan di tahun 2018

BIAYA (Rp. 4.750.000,-)

Sertifikasi ini dapat juga dilakukan di perusahaan tempat bekerja untuk memudahkan para operator untuk dapat memiliki sertifikasi kompetensi.

0addfe55-2e17-43f6-b4f9-995d92b8155b

Program Sertifikasi ini diperuntukan bagi yang telah memiliki pengalaman kerja dan bukti kerja terkait

Persyaratan untuk mengikuti sertifikasi ini diantaranya :

  • CV (Curriculum Vitae)
  • Bukti kerja yang pernah dilakukan pada pekerjaan yang berhubungan dengan bidang yang akan disertifikasi.
  • Surat Keterangan dari Perusahaan (jika masih bekerja) atau surat keterangan pengalaman kerja terkait.
  • Pass Foto berwarna uk. 3×4 (4 lembar)
  • Bukti pembayaran biaya sertifikasi.
  • Pembayaran via Bank Mandiri a/n PT. SLV Metropolitan Indonesia, No Rek : 163000259424
Khusus OPA (Operasi Pesawat Angkat) :
Pengertian istilah-istilah teknis dalam dokumen ini dapat dilihat dan dijelaskan sebagai berikut:
1.Pesawat angkat  Pesawat angkat adalah peralatan mekanis yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan beban berat.
2.Crane mobil  Crane mobil adalah unit pesawat angkat yang dapat mengatur posisi untuk menyesuaikan kebutuhan operasi, dan dapat di pindah-pindah lokasi.
3.Crane putar tetap Crane putar tetap adalah unit pesawat angkat yang statis dan terikat pada suatu struktur dan tidak dapat pindah lokasi.
4.Crane jembatan Crane jembatan adalah unit pesawat angkat  yang terpasang pada struktur bangunan/workshop yang digunakan untuk pemindahan beban di area terbatas. 
5.Forklift Forklift adalah unit pesawat angkat angkut/unit pemindah barang, dengan mengangkat, mengangkut dan meletakkan pada lokasi terbatas, misalnya gudang atau workshop.
6.Rigger Rigger adalah personel yang bertugas mengoordinasikan pekerjaan pemindahan beban berat.
7.Rigging  Rigging adalah proses pergerakkan beban berat dengan menggunakan tali  (kawat, baja, manila, rantai, hoists, dan peralatan spesial lainnya).

KEP.135 /MEN/III/2015

 

1. Kran Mobil (KM)
1.1. Operator Kran Mobil (KM) s/d 25 Ton
1.2. Operator Kran Mobil (KM) s/d 50 Ton
1.3. Operator Kran Mobil (KM) diatas 50 Ton
 
2. Kran Putar Tetap (KPT)
2.1. Operator Kran Putar Tetap (KPT) s/d 25 Ton
2.2. Operator Kran Putar Tetap (KPT) s/d 50 Ton
2.3. Operator Kran Putar Tetap (KPT) diatas 50 Ton
 
3. Kran Jembatan (KJ)
3.1. Operator Kran Jembatan (KJ) s/d 25 Ton
3.2. Operator Kran Jembatan (KJ) s/d 50 Ton
3.3. Operator Kran Jembatan (KJ) diatas 50 Ton
 
4. Forklift
4.1. Operator Forklift
 
5. Rigging
5.1. Ahli Juru Ikat (Rigging)
 
TENTANG
PENETAPAN STANDAR KOMPETENSI KERJA NASIONAL INDONESIA
SEKTOR INDUSTRI MINYAK DAN GAS BUMI SERTA PANAS BUMI
SUB SEKTOR INDUSTRI MINYAK DAN GAS BUMI HULU HILIR
( SUPPORTING )
BIDANG OPERASI PESAWAT ANGKAT, ANGKUT DAN IKAT BEBAN
 
 LATAR BELAKANG
Indusri minyak dan gas bumi merupakan industri yang strategis dalam pembangunan bangsa dan negara. Industri minyak dan gas bumi mempunyaii ciri khusus yaitu padat modal, teknologi tinggi dan memiliki risiko yang tinggi.
Memperhatikan ciri khusus tersebut, maka diperlukan pengelolaan yang profesional dan kredibel di bidang industri migas. Karena itu diperlukan SDM yang kompeten. Guna mendorong dan merealisasikan SDM yang kompeten tersebut harus dipersiapkan dan dirancang secara sistematis, antara lain dalam hal sistem diklat dan perangkat-perangkat pendukungnya. Dengan demikian akan dihasilkan SDM yang handal dan profesional. Melalui penyiapan SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi terstandar maka bangsa Indonesia akan survive dalam menghadapi era kompetisi dan perdagangan bebas.
​Menghadapi hal tersebut, semua negara termasuk  Indonesia sedang dan telah berupaya  meningkatkan kualitas sumber daya manusianya melalui standardisasi dan sertifikasi kompetensi di berbagai sektor. Untuk hal ini diperlukan kerja sama dunia usaha/industri, pemerintah dan lembaga diklat baik formal maupun non formal  untuk merumuskan suatu standar kompetensi yang bersifat nasional khususnya pada Sektor Industri Minyak dan Gas serta Panas Bumi, Sub Sektor Industri Minyak dan Gas Bumi Hulu Hilir (Supporting)  Bidang Operasi Pesawat Angkat, Angkut dan Ikat Beban. 

 

Sistem Sertifikasi Kompetensi Kerja Nasional

Saat berbicara tentang sertifikasi kompetensi kita tidak boleh melewatkan pembahasan landasan hukum apa yang digunakan sebagai acuan dari kegiatan tersebut.

Berikut ini peraturan-peraturan yang menjadi landasan hukum sertifikasi kompetensi di Indonesia:
1. Undang-undang No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
2.Peraturan Pemerintah No.23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi
3.Peraturan Pemerintah No.31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional
4.Peraturan Presiden No.8 Tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
5.PerMenakertrans No.5 Tahun 2012 tentang Sistem Standardisasi

Silahkan klik peraturan di atas untuk mendownloadnya. Semoga bermanfaat.

 http://sekolahlasvanovan.com/sertifikasi-migas-dan-non-migas/

Contact us by WhatsApp 

https://goo.gl/Rke2Xq

 
No comments yet.

Leave a Reply